Daerah  

Perdana Gelar Festival Pulau Wawonii, Ini Harapan Bupati Konkep

Bupati Konkep Rifqi Saifullah Razak S.T, Wakil Bupati Konkep Muhamad Farid S.E, Ketua TP PKK Konkep Ucha Nidya Ramadhani, S.Pd.,Gr, dan Wakil Ketua TP PKK Konkep Juliatin saat sedang berpose dengan penari klosal di sela-sela acara Kirab Budaya, Festival Pulau Wawonii, Rabu (20/5/2026) - Foto : Herman

​Langara, Aksara News.co.id – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sukses menyelenggarakan Festival kirab Budaya Wawonii untuk pertama kalinya. Kegiatan religius dan kultural ini merupakan realisasi dari salah satu program kampanye andalan pasangan Kepala Daerah, Rifki Saifullah Razak, S.T., dan Muhamad Farid, S.E.

Kirab budaya ini diikuti oleh enam paguyuban etnik besar yang mendiami Pulau Wawonii, di antaranya, Bajo, Muna Wawonii, Wawonii Tolaki, Bugis, Menui Wawonii dan Buton yang terbagi menjadi 38 barisan serta 52 kalapaea turut mewarnai jalannya kirab budaya wawonii.

Usai Kirab Budaya, Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak mengatakan bahwa kirab budaya yang dikemas dalam Festival Wawonii ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya melestarikan warisan leluhur di Pulau Wawonii yang mengangkat Tradisi Kalapaea.

​”Salah satu daya tarik utama yang dipentaskan dalam festival perdana ini adalah Kalapaea. Budaya ini merupakan tradisi asli masyarakat Wawonii yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi hingga hari ini,” jelasnya.

​Secara historis, sambungnya, tradisi Kalapaea biasanya digelar oleh para leluhur Wawonii saat menyambut pesta adat atau syukuran (pesta aluan). Keunikan dari Kalapaya ini terletak pada bahan dasarnya yang memanfaatkan pelepah daun sagu, kemudian diolah dan dibentuk sedemikian rupa oleh para pengrajin hingga memiliki nilai estetika dan seni yang tinggi.

Meski ini merupakan kali pertama diselenggarakan, sambungnya, festival Pulau Wawonii, akan dijadikan agenda tahunan. Langkah ini dinilai sangat krusial agar kekayaan adat Wawonii tidak punah dan bisa dikenal oleh masyarakat luas.

​”Dengan adanya festival ini, masyarakat luar bisa tahu dan mengakui bahwa masyarakat Wawonii memiliki warisan budaya yang kuat,” ujar Bupati Konkep.

​Mantan Anggota DPRD Provinsi tersebut juga menambahkan bahwa pihak panitia dan pemerintah daerah tidak akan langsung berpuas diri. Pasca-kegiatan selesai, Pemda Konkep akan segera melakukan evaluasi menyeluruh.

​”Pasca-kegiatan ini, kita akan lakukan evaluasi bersama. Kekurangan-kekurangan yang ada saat ini akan kita perbaiki ke depannya, dan hal-hal yang sudah baik tentu akan terus kita pertahankan dan tingkatkan,” pungkasnya. (Bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *